SMS CENTER 081-390-075705(024) 7608201 - 7612334dispsda@yahoo.com | psda@jatengprov.go.id5/7 Jam 07.00 - 15.30 ( istirahat 12.00 - 13.00)

Volume Air 2 Waduk di Karanganyar Menipis

Post 18 of 44
Volume Air 2 Waduk di Karanganyar Menipis

KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Volume air di Waduk Delingan dan Waduk Lalung menipis. Diperkirakan, air akan habis dalam waktu setengah bulan lagi. Imbasnya, petani yang biasa mendapat suplai air dari dua waduk tersebut, akan kesulitan air pada musim tanam (MT) ketiga tahun ini.

Di Waduk Lalung, volume air yang tersisa pada 22 Juni lalu tinggal 950 ribu meter kubik, dari kapasitas semula 2 juta meter kubik.

“Per hari, air yang dikeluarkan sebanyak 43.200 meter kubik. Dengan sisa volume yang ada, kemungkinan air akan habis dalam waktu 15 hari,” kata Pengelola Waduk Lalung Rukimin.

Sisa air, hanya cukup untuk mensuplai hingga MT kedua saja. Air dari Waduk Lalung, digunakan petani di kawasan Jaten, sebagian Tasikmadu dan Mojolaban (Sukoharjo). Luas lahan yang diairi Waduk Lalung sekitar 1.300-an hektare.

“Karena tak cukup sampai MT ketiga, nanti petani harus mencari air sendiri, untuk mengairi sawahnya,” tuturnya.

Sementara di Waduk Delingan, per 22 Juni lalu, volume air tinggal 2,289 juta meter kubik, dari kapasitas 4 juta meter kubik. Tiap hari, air yang dikeluarkan dari waduk tersebut mencapai 86 ribu meter kubik, sehingga air akan habis dalam waktu 18 hari.

Pengelola Waduk Delingan Suharno mengatakan, penyusutan air cukup drastik sejak 5 Mei 2015 hingga sekarang. “Air dari waduk ini digunakan untuk mengairi 1.380 hektare lahan pertanian,” tuturnya.

Air disalurkan melalui pintu air Jirak yang mencakup wilayah Gedong, Bejen, Gaum, Ngijo, Suruh dan Wonolopo, serta pintu air Jetu untuk irigasi di wilayah Suruhkalang, Genengsari, Papahan, Lalung, Jati, Jungke, Tegalgede dan Cangakan.

Akibat menyusutnya volume air di dua waduk tersebut, sebagian dasar waduk sudah terlihat. Bahkan di Waduk Lalung, dasar waduk yang mengering dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian warga.

Sumber air di dua waduk tersebut, berasal dari tampungan air hujan. Namun sebagian air di Waduk Delingan bersumber dari aliran sungai.

(Irfan Salafudin/CN19/SMNetwork)

This article was written by admin_PPID

Menu